
JAKARTA (07/02) – Pengurus Nasional Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (PN-IALI) menandai babak baru dengan melantik jajaran Pengurus Nasional (PN) untuk periode masa bakti 2025-2028 pada Sabtu, 7 Februari 2026, bertempat di Jakarta Design Centre (JDC), Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.
Pelantikan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Nasional (Munas) ke-VIII yang telah digelar pada 24-27 November 2025 di Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Dalam forum tertinggi organisasi IALI tersebut, Rahman Andra Wijaya terpilih sebagai Ketua Umum IALI, dan memilih Majelis Arsitek Lanskap Indonesia (MALI) periode 2025-2028 yang dipimpin oleh Dian Heri Sofian selaku Ketua MALI.
Untuk mendukung kinerja oranisasi Ketua Umum terpilih menyusun jajaran kepengurusan yang diharapkan membawa kemajuan bagi para praktisi, akademisi, dan pemerhati lanskap di seluruh penjuru tanah air. Di tengah isu perubahan iklim dan transformasi perkotaan yang masif, peran Profesi Arsitek Lanskap kini menjadi krusial dalam menciptakan ruang hidup yang resilien dan berkelanjutan.

Acara yang berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB ini dibuka dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) penetapan pengurus oleh Dedy Guswandi selaku Sekretaris Jenderal. Prosesi pelantikan mencapai puncaknya ketika Ketua Umum, Rahman Andra Wijaya, berdiri di hadapan para pengurus baru untuk menanyakan kesediaan mereka dalam mengabdi kepada profesi dan negara.
Acara dilanjukan dengan sambutan Kementerian Pekerjaan Umum yang disampaikan Disaintina Ari Nusanti selaku Direktur Keselamatan dan Keberlanjutan Konstruksi dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum RI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan mengenai pentingnya kolaborasi antara profesi arsitek lanskap dengan regulator. Beliau menekankan bahwa keberlanjutan konstruksi di Indonesia tidak akan tercapai tanpa sentuhan tangan ahli lanskap yang memahami ekosistem secara utuh.
Di bawah kepemimpinan Rahman Andra Wijaya, PN-IALI membawa visi besar untuk menjadi organisasi profesi arsitek lanskap yang kuat, berwibawa, dan berpengaruh dalam pembangunan nasional dan internasional melalui penguatan profesi, kontribusi kebijakan publik, serta pengembangan keilmuan dan karya lanskap yang berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, IALI menetapkan langkah-langkah strategis yang akan diimplementasikan selama tiga tahun ke depan:
- Memperkuat tata kelola organisasi dan keanggotaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
- Meningkatkan kualitas, kapasitas, dan daya saing profesi arsitek lanskap Indonesia.
- Mengarusutamakan peran arsitek lanskap dalam kebijakan publik, tata ruang, dan isu lingkungan strategis.
- Mengembangkan basis keilmuan, riset, dan peminatan lanskap yang relevan dengan tantangan nasional dan global.
- Meningkatkan citra, pengakuan, dan apresiasi terhadap karya serta kontribusi arsitek lanskap.
- Memperkuat jejaring nasional dan internasional, termasuk peran aktif dalam IFLA.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan perayaan Syukuran Hari Ulang Tahun IALI, yang telah 48 tahun berdiri. IALI yang dalam forum internasional dikenal dengan Indonesia Society of Landscape Architects (ISLA), didirikan pada tanggal 4 Februari 1978 di Pondok Putri Duyung, Taman Impian Jaya Ancol Jakarta, oleh Zain Rachman, Soemarno Sosroatmodjo, Atje Dimyati Salfifi, Juju R. Sumono, Basuki Triwidodo, Sofyan Musa, Januar Thalib, dan John F. Manoe.
Dalam kesempatan ini, ibu Juju R. Sumono selaku salah satu pendiri IALI berkesempatan hadir dan bersilaturahmi dengan semua anggota IALI. Acara ditutup dengan sesi ramah tamah yang mempertemukan berbagai lintas generasi arsitek lanskap, mulai dari para pendiri, senior, hingga mahasiswa.
