
Wakil Ketua I Pengurus Nasional IALI Bidang Organisasi dan Keprofesian Rizky Rahadian Ramdhany menjadi pembicara dalam sesi talkshow dengan tema “Urbanscape : Diskusi Lanskap Perkotaan dan Mobilitas Perkotaan” pada jumat (24/04) di Pameran Arch:ID. Kegiatan ini berlangsung di Tetenger Rembuk yang dipandu moderator Adrianto Santoso
Selain dari IALI, panitia juga menghadirkan pembicara :
- Aryo H. W. Kuncoro (Sekretaris Jenderal IARKI)
- Patrisius Marvin Dalimartha (Ketua Bid Penghargaan IAI)

Dalam paparannya, Rizky menekankan mengenai transformasi ruang hijau menjadi jaringan mobilitas merupakan strategi fundamental dalam mewujudkan konsep “Kota 15 Menit” melalui pendekatan Nature-Based Solutions (NbS). Ruang Terbuka Hijau (RTH) tidak lagi dipandang sebagai area sisa perkotaan, melainkan sebagai tulang punggung infrastruktur kehidupan sehari-hari yang menghubungkan berbagai fungsi kota secara tidak terfragmentasi. Melalui arsitektur lanskap yang fungsional, mobilitas manusia diintegrasikan dengan jaringan ekologi guna memitigasi isu global seperti pemanasan global, kenaikan permukaan air laut, dan degradasi layanan ekosistem.
Implementasi strategi NbS dalam skala urban mencakup pengembangan koridor hijau (green corridors) yang menghubungkan hunian dengan fasilitas publik melalui jalur pedestrian dan sepeda yang kontinu serta teduh. Selain itu, integrasi Blue-Green Infrastructure berperan krusial dalam pengelolaan air hujan secara alami melalui prinsip capture, store-filter, and reuse untuk meningkatkan ketahanan iklim. Pengaplikasian elemen seperti rain garden, bioswale, dan pemilihan material permeabel pada ruang jalan mentransformasi infrastruktur kendaraan menjadi ruang hidup yang mendukung kenyamanan termal serta peningkatan kualitas udara perkotaan.

Secara substantif, perancangan lanskap berbasis alam berfokus pada penguatan layanan ekosistem yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan manusia (human well-being) dan kelestarian biodiversitas. Layanan tersebut mencakup aspek penyediaan air bersih, pengaturan iklim mikro, serta pemenuhan kebutuhan budaya melalui ruang rekreasi yang bernilai estetika. Melalui prinsip lanskap regeneratif, upaya ini melangkah lebih jauh dari sekadar penyelesaian masalah menuju pemulihan aktif sistem ekologi dan penguatan kohesi sosial demi menciptakan kota yang lebih manusiawi.
ARCH:ID merupakan forum dan pameran arsitektur tahunan terbesar di Indonesia yang digagas oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) berkolaborasi dengan CIS Exhibition. Ajang ini berfungsi sebagai platform strategis bagi arsitek, desainer, dan industri lingkungan binaan untuk berjejaring, berkolaborasi, serta menampilkan inovasi material bangunan. Dalam event tahun ini, IALI berkolaborasi dengan HDII dan HTII untuk meramaikan pameran dengan booth yang pengadaan softscape pameran didukung oleh Tropica Greeneries.
